Yunizar: Naive as the "Uncivilized" the Lines
Highlight

Yunizar: Naive as the “Uncivilized” the Lines

Yunizar (1971) is one of Indonesian promising artist. His language of painting based on strong and rude lines. Many of his paintings identified to the still-life. Some of his artistic signs are simplified and flat outlines; multiplying elements, and disfigured the objects. Flowers: His new recent works identified by Aminudin...
Tentang Indie, Keseimbangan, dan Hidup yang Komikal: Wawancara Dengan Yudha Sandy
Highlight

Tentang Indie, Keseimbangan, dan Hidup yang Komikal: Wawancara Dengan Yudha Sandy

Oleh: Mohammad Hadid source: sekuensi Saya tidak pernah paham dengan kata indie comic, karena memang sejak semula saya selalu bertanya, bukan atas dasar definitif, tapi atas dasar gumaman sederhana: indie. Independen? Independen dari apa? Di sebuah ruangan, ketika saya membaca artikel pendek, ada seorang pengamat komik yang pernah memuji keampuhan...
Demo(n)grafi: Ironi Tanda dan Garis Bayu Widodo
Highlight

Demo(n)grafi: Ironi Tanda dan Garis Bayu Widodo

Tulisan ini dibuat dalam tempo singkat dan eksperimental dengan cara mengalami tanda-tanda yang berbicara di lukisan Bayu Widodo. Saya sesekali menengok pada konteks yang ditunjuk oleh tanda-tanda tersebut. Saya dibawa pada pertanyaan: mengapa Bayu kerap menggunakan simbol gaya hidup dalam eksplorasi dehumanisasi (mungkin) di perkotaan. /// Demo(n)grafi merupakan bentuk permainan...
Gallery
Ipo Synthetic

Ipo Synthetic

  Objek-objek yang dikembangkan sekarang adalah figur-figur toys dengan konsep “massangger of Hairy“    
Slamet 'Soneo' Santosa

Slamet ‘Soneo’ Santosa

Awards 2007 20 Nominasi The Thousand Misteries of Borobudur 2001 Finalis Phillips Morris Art Award, Jakarta 2000 100 besar Phillips Morris Art Award, Jakarta 1999 100 besar Phillips Morris Art Award, Jakarta Piagam dari Yayasan Seni rupa Indonesia 1995 Trophy Juara Lomba Sketsa antar SLTA se-DIY
Wira Purnama

Wira Purnama

Awards - Finalis Jakarta Art Awards - Finalis Tujuh Bintang Art Awards

Yunizar: Naive as the “Uncivilized” the Lines

Yunizar: Naive as the "Uncivilized" the Lines
Yunizar (1971) is one of Indonesian promising artist. His language of painting based on strong and rude lines. Many of his paintings identified to the still-life. Some of his artistic signs are simplified and flat outlines; multiplying elements, and disfigured the objects. Flowers: His new recent works identified by Aminudin Siregar (curator) brings the audiences...

Biennale Jogja Equator#2: Perjumpaan Indonesia dengan Arab dalam Seni

Biennale Jogja menempatkan EQUATOR sebagai platform hingga 2022. Biennale ini berseri Biennale Equator, yang menetapkan lokasi katulistiwa sebagai premis utama dan wilayah kerjanya, yaitu wilayah geografis tertentu di muka bumi yang berkisar antara 23,27° lintang NL dan 23,27° SL. Pada tahun 2011, seri Biennale Equator dimulai dengan pertemuan dengan India. Kini, 2013, Indonesia membuat perjumpaan...

Tentang Indie, Keseimbangan, dan Hidup yang Komikal: Wawancara Dengan Yudha Sandy

Tentang Indie, Keseimbangan, dan Hidup yang Komikal: Wawancara Dengan Yudha Sandy
Oleh: Mohammad Hadid source: sekuensi Saya tidak pernah paham dengan kata indie comic, karena memang sejak semula saya selalu bertanya, bukan atas dasar definitif, tapi atas dasar gumaman sederhana: indie. Independen? Independen dari apa? Di sebuah ruangan, ketika saya membaca artikel pendek, ada seorang pengamat komik yang pernah memuji keampuhan sebuah judul komik sebagai medium...

Imajinasi: Estetisasi Images

Imajinasi: Estetisasi Images
Pameran ini dipartisipasi oleh perupa muda yang berasal dari pelbagai kota, pendidikan seni, dan minat bidang kreatif. Di antara mereka ada yang terlibat dalam industri kreatif. Latar belakang yang bervariasi menjadi hal menarik, setidaknya, masih mempengaruhi corak karya mereka. Latar belakang yang berbeda itu sebenarnya digeneralisasi oleh kehadiran teknologi seni. Kondisi penciptaan seni sekarang sudah...

Demo(n)grafi: Ironi Tanda dan Garis Bayu Widodo

Demo(n)grafi: Ironi Tanda dan Garis Bayu Widodo
Tulisan ini dibuat dalam tempo singkat dan eksperimental dengan cara mengalami tanda-tanda yang berbicara di lukisan Bayu Widodo. Saya sesekali menengok pada konteks yang ditunjuk oleh tanda-tanda tersebut. Saya dibawa pada pertanyaan: mengapa Bayu kerap menggunakan simbol gaya hidup dalam eksplorasi dehumanisasi (mungkin) di perkotaan. /// Demo(n)grafi merupakan bentuk permainan kata. Kehadiran huruf ‘n’ tersebut...

Fabula

Fabula
Pameran FABULA ini mengetengahkan karya naratif berbasis tradisi: dongeng, mite dan epos. Saya menyebutnya narasi imajiner. Narasi imajiner biasanya hidup pada budaya di suatu tempat secara spesifik. Banyak orang meyakininya sebagai lokalitas, juga memeluknya sebagai ”akar” identitas imajiner seseorang yang baku. Namun, pameran ini memiliki semangat berbeda, yaitu justeru merayakan berbagai macam visualitas mite, mempertemukan...

Indra Dodi: Sedimented Peoples

Indra Dodi: Sedimented Peoples
This painting was inspired by a traumatic event in the history of the society. Sometimes society becomes a colossal of people whose ‘follow’ orchestral power of a dictator. The community looked disappointed and sad, their expression keeps puzzle. Trauma is the wound that sedimented at a depth of history and need psychic space to tell...
Publications & Artbooks